Jumat, 12 September 2014

Puisi Hitler untuk Ibu


                                  “ Puisi Hitler Untuk Ibu “

            Ketika ibumu semakin tua
Ketika matanya yang lembut tidak bisa lagi melihatberbagai hal kehidupan seperti dulu
Ketika kakinya sudah semakin lelah, tidak mampu lagi membawanya berjalan
Pinjamkanlah tanganmu untuk menopangnya
Dampingi dia dengan perasaan bahagia
Saatnya akan tiba saat kamu harus menemaninya disaat terakhirnya
          Dan ketika dia bertanya kepadamu, berilah dia jawaban
          Dan ketika dia bertanya lagi, jawablah lagi
          Dan ketika masih bertanya lagi, berilah tanggapan lagi
          Bukan dengan ketidak sabaran, namun dengan kelembutan
Dan jika dia masih belum bisa mengerti dengan baik, jelaskanlah kepadanya dengan senyuman
Waktunya akan tiba, waktu yang pahit, ketika mulutnya tidak bisa lagi bertanya apa-apa.

Berbicara tentang baik dan buruk seseorang, bahkan hitler yang katanya sangat kejam pun, memiliki kasih untuk ibunya yang sangat dalam. Puisi hitler benar-benar mendalam dan jujur. Dia menyayangi ibunya seperti hitler menyayangi dirinya sendiri, bahkan lebih.
          Persis seperti puisi Hitler, akan ada waktunya kita menemani saat-saat terakhir ibu. Akan ada waktunya kita harus melepasnya perggi. Dan, karena kita sudah diberi banyak sekali oleh ibu kita selama hidup maka jangan sampai kita memperlakukan dengan buruk.

          

Tidak ada komentar:

Posting Komentar