“
Puisi Hitler Untuk Ibu “
Ketika ibumu semakin tua
Ketika matanya yang lembut tidak bisa
lagi melihatberbagai hal kehidupan seperti dulu
Ketika kakinya sudah semakin lelah,
tidak mampu lagi membawanya berjalan
Pinjamkanlah tanganmu untuk menopangnya
Dampingi dia dengan perasaan bahagia
Saatnya akan tiba saat kamu harus
menemaninya disaat terakhirnya
Dan
ketika dia bertanya kepadamu, berilah dia jawaban
Dan
ketika dia bertanya lagi, jawablah lagi
Dan
ketika masih bertanya lagi, berilah tanggapan lagi
Bukan
dengan ketidak sabaran, namun dengan kelembutan
Dan jika dia masih belum bisa
mengerti dengan baik, jelaskanlah kepadanya dengan senyuman
Waktunya akan tiba, waktu yang pahit,
ketika mulutnya tidak bisa lagi bertanya apa-apa.
Berbicara tentang baik dan buruk seseorang, bahkan hitler yang katanya
sangat kejam pun, memiliki kasih untuk ibunya yang sangat dalam. Puisi hitler
benar-benar mendalam dan jujur. Dia menyayangi ibunya seperti hitler menyayangi
dirinya sendiri, bahkan lebih.
Persis seperti puisi
Hitler, akan ada waktunya kita menemani saat-saat terakhir ibu. Akan ada
waktunya kita harus melepasnya perggi. Dan, karena kita sudah diberi banyak
sekali oleh ibu kita selama hidup maka jangan sampai kita memperlakukan dengan
buruk.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar