“
Kau adalah Penipu yang Dicintai “
Sudah
banyak sejarah tentang kau yang tak pernah dituliskan. Ketika berjalan membawa
beban,sebenarnya itu bukan beban,itulah masadepan yang selalu diharapkan.ketika
masadepan itu hampir muncul,darah pun kau curahkan dan 1001 penyakit pun
mengantri dan mengancam.
Kau
memang kuat,kau lebih kuat daripada batu karang, namun kau lembut seperti sutra
yang indah. Namun kenapa kau sering berbohong, ketika kami makan kau pun
tersenyum melihat sambil sesekali terenyuh, ‘’kau tak makan ? tidak aku sudah
makan ‘’sambil tersenyum”, ketika
kulihat dia bersandar dan sedikit sendu layaknya kertas usam yang berdebu, ku
mendekat dan bertanya “apakah kau lelah ?, tidak aku hanya bersandar karena
ingin sejajar denganmu”. ketika dia tertidur sambil menggigil,dan ada sedikit
pucat yang menutupi cahyamu, lalu kutanya ‘’ apakah kau sakit ?”,tidak ini
cuman kedinginan” ia menyalahkan alam, sebenarnya ada beban yang kau pikul dan
sepertinya ini rahasiamu, jangan sampai aku tau,itu prinsipmu. karena melihat
senyumku kau sangat bahagia. Mungkin aku terlalu kecil untuk mengintip apa yang
sering membuatmu sendu. Disore hari dan senja itu berpelangi ketika kau
menyebut namaku di dalam do’amu.
Ketika
alam membimbingku, aku pun mulai tau satu persatu beban yang membuatmu sendu.
selama itu kau berbohong kepadaku,
kenapa harus seperti itu ? dan kenapa kau selalu tersenyum ketika kau tau
bohong itu dosa ? aku pun mulai sedikit terdiam dan terpaku melihat kau senyum
dengan kebohonganmu. Ketika itu aku sadar tentang bahagiamu dan senyummu itu,
ternyata itu semua karena aku, kau berbohong karena kau tak ingin aku sedih
mendengar curahanmu dan melihat tetesan airmatamu.kau tak makan demi aku, kau
kelelahan demi aku, kau sakit karena mencarikan apa yang bisa membuatku tak
menangis. Tapi apa yang saya lakukan ? ketika itu saya hanya bisa bertanya dan
seharusnya saya berbuat sedikit berguna.
Tetapi
saya berjanji saya tidak akan membuatmu sedih menangis, karena setetes
airmatamu itu setumpuk dosa. darahpun rela kutumpahkan demi kau sang penipu. Didalam
do’aku selalu ku sebut “ jangan jemput kami terlalu pagi ya Tuhan, berikanlah
kesempatan utuk saya berbohong untuk menutupi beban yang bisa membuatnya
bahagia ‘’. Ibu kau lah malaikat di
dalam dunia nyata ini, yang selama ini dicintai,dan kau selalu kubanggakan. Kau
memang tak memberiku limpahan harta dan permata, tetapi jika dihitung
perbuatanmu selama aku menjadi bebanmu dan sampai sekarang. Setumpuk emaspun
tak sanggup menggantikannya.aku bangga,aku cinta padamu ibu, terimakasih ibu.
“jika
belum bisa membahagiakan, ya jangan merepotkan”. “ Buatlah beliau tersenyum
sebelum beliau tak bisa melihat kau menangis “.’’ Jangan ragu untuk memberikan
darahmu karena beliau tak ragu menaruhkan nyawanya demi kamu ‘’.
(
untukmu Ny. Lukitaningsih dari anakmu Ilham Jalu w_420 )
Tidak ada komentar:
Posting Komentar