Rabu, 10 September 2014

Kau Adalah Penipu yang Dicintai

     
                                 “ Kau adalah Penipu yang Dicintai “

            Sudah banyak sejarah tentang kau yang tak pernah dituliskan. Ketika berjalan membawa beban,sebenarnya itu bukan beban,itulah masadepan yang selalu diharapkan.ketika masadepan itu hampir muncul,darah pun kau curahkan dan 1001 penyakit pun mengantri dan mengancam.
            Kau memang kuat,kau lebih kuat daripada batu karang, namun kau lembut seperti sutra yang indah. Namun kenapa kau sering berbohong, ketika kami makan kau pun tersenyum melihat sambil sesekali terenyuh, ‘’kau tak makan ? tidak aku sudah makan ‘’sambil tersenyum”,  ketika kulihat dia bersandar dan sedikit sendu layaknya kertas usam yang berdebu, ku mendekat dan bertanya “apakah kau lelah ?, tidak aku hanya bersandar karena ingin sejajar denganmu”. ketika dia tertidur sambil menggigil,dan ada sedikit pucat yang menutupi cahyamu, lalu kutanya ‘’ apakah kau sakit ?”,tidak ini cuman kedinginan” ia menyalahkan alam, sebenarnya ada beban yang kau pikul dan sepertinya ini rahasiamu, jangan sampai aku tau,itu prinsipmu. karena melihat senyumku kau sangat bahagia. Mungkin aku terlalu kecil untuk mengintip apa yang sering membuatmu sendu. Disore hari dan senja itu berpelangi ketika kau menyebut namaku di dalam do’amu.
            Ketika alam membimbingku, aku pun mulai tau satu persatu beban yang membuatmu sendu. selama itu kau berbohong  kepadaku, kenapa harus seperti itu ? dan kenapa kau selalu tersenyum ketika kau tau bohong itu dosa ? aku pun mulai sedikit terdiam dan terpaku melihat kau senyum dengan kebohonganmu. Ketika itu aku sadar tentang bahagiamu dan senyummu itu, ternyata itu semua karena aku, kau berbohong karena kau tak ingin aku sedih mendengar curahanmu dan melihat tetesan airmatamu.kau tak makan demi aku, kau kelelahan demi aku, kau sakit karena mencarikan apa yang bisa membuatku tak menangis. Tapi apa yang saya lakukan ? ketika itu saya hanya bisa bertanya dan seharusnya saya berbuat sedikit berguna.
            Tetapi saya berjanji saya tidak akan membuatmu sedih menangis, karena setetes airmatamu itu setumpuk dosa. darahpun rela kutumpahkan demi kau sang penipu. Didalam do’aku selalu ku sebut “ jangan jemput kami terlalu pagi ya Tuhan, berikanlah kesempatan utuk saya berbohong untuk menutupi beban yang bisa membuatnya bahagia ‘’. Ibu kau lah malaikat  di dalam dunia nyata ini, yang selama ini dicintai,dan kau selalu kubanggakan. Kau memang tak memberiku limpahan harta dan permata, tetapi jika dihitung perbuatanmu selama aku menjadi bebanmu dan sampai sekarang. Setumpuk emaspun tak sanggup menggantikannya.aku bangga,aku cinta padamu ibu, terimakasih ibu.
            “jika belum bisa membahagiakan, ya jangan merepotkan”. “ Buatlah beliau tersenyum sebelum beliau tak bisa melihat kau menangis “.’’ Jangan ragu untuk memberikan darahmu karena beliau tak ragu menaruhkan nyawanya demi kamu ‘’.
            ( untukmu Ny. Lukitaningsih dari anakmu Ilham Jalu w_420 )

      

Tidak ada komentar:

Posting Komentar