“ Tiga Benteng dan Satu Prajurit “
Memang tak pernah tau seperti apa wujudmu dan
seperti apa kokohmu, jika seperti bunga, kau tak nampak dan baumu tak tercium
olehku padahal kurindukan. Dan jika kau air, tak kulihat bening disini, dan tak
kudengar gemercik suaramu. Mungkin kau telah datang sebelumku dan jejakmupun
terhapus waktu.
Tetapi aku seperti menjadi prajurit dan
merekalah ketiga benteng itu, benteng yang kuharap dapat melindungi dan ketika
matahari sedang tinggi, kuharap tiga benteng itupun tak mau kalah tinggi untuk
melindungi prajurit kecil yang bersenjata nyawa pergi mencari arti. Dan ketika
amarah sang raja dan ratu mengarah padaku karena akulah satu-satunya prajurit
itu, kuharap benteng itupun ada untukku bersandar dan berbagi pilu, indahlah
jika semua itu terjadi. Ketika aku menggebu-gebu menyanggamu dari segala yang
menerpamu, dan kau selalu melindungiku dari apa yang menerpaku, menangispun aku
mau jika itu bersama mereka. Itu sangat indah bahkan samuderapun kalah indah,
tetapi itu semua hanyalah harapan.
Mereka adalah benteng yang dibuat oleh Tuhan
dan ternyata itupun hanya sementara, benteng itu tak runtuh tetapi benteng itu nyata
sementara dan kekal selamanya disurga bahkan tiga-tiganya, Tuhan telah
merencanakan benteng itu untuk melindungi sang raja dan sang ratu ketika mereka
sudah mendengar panggilanNya. Entah denganku kelak bisa melihat senyummu atau
hanya mendengar suaramu, aku selalu berharap begitu. Aku terlalu sepi disini
padahal ini dunia yang katanya surga walaupun sementara, alangkah indahnya jika
mereka nyata dan dapat berbagi luka,duka,tawa. Aku bahkan belum melihatmu
datang dan juga tak melihatmu ketika pulang, saat itu aku masih menjadi rencana.
Terkadang memang ada sedikit iri ketika melihat mereka bercanda, menangis,
tertawa. Oh Tuhan jika ini kuasamu, titipkan rinduku kepada mereka yang
mendahuluiku, dan jika ketika tiba giliranku semoga kita bertemu dan bisa
membangun kerajaan indah dan menikmati hangatnya senja di Nirwana amiin.
“ Jika
kita siap mendapatkan maka kita juga harus siap kehilangan. Kita tidak bisa
mengharapkan sesuatu teru datang kepada kita tanpa pernah merasa kehilangan.
Seperti itulah kebahagiaan, ketika kita berani melepas yang terus membuat kita
tertahan. Memang ada beberapa yang tidak diberikan Tuhan atau diambil Tuhan
dari kita, tapi sebenarnya kebih banyak lagi yang sudah diberikan tuhan kepada
kita. Tuhan berkatilah kami, keluarga kami, teman-teman kami, dan seluruh ciptaanmu,
berikanlah tempat yang nyaman kepada keluarga dan teman-teman yang mendahului
kami, dan tolong bimbing kami menuju masadepan yang lebih membanggakan,
terimakasih Tuhan atas anugerahmu.”
Terimakasih
telah berkunjung ( ilham jalu w_420 )....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar