Jumat, 23 Januari 2015

Untuk Perumpamaan, Aku adalah Malam

Kekasihmu Matahari
Bagaimana kabarmu ? bulan berharap kau berubah
Bulan berharap mendapat sisa sisa keikhlasanmu untuk mengepakkan mahkotamu dimalam hari,sedikiit saja....
Kenapa kau selalu menampakkan indah,wangi,durimu disaat matahari tiba?
Dan yang kau sisakan untuk bulan hanyalah durimu.
Bulan pun masih tetap bersinar tak redup samasekali,bahkan ingin lebih terang agar bisa melihat sempurnanya durimu,walaupun itu duri...ya, itu duri.....
Bulan berharap mendung menutupi matahari dan mawarpun dapat merasakan sedikit kehilangan cahyanya, dan berbagi sedikit sedih,sangat sedikit bersama bulan...
Matahari memanglah garang manyinari, tapi mmenyengat dan membakar
Ketika matahari menyengatmu, dan ketika yang tersisa hanyalah harum airmata
Itulah yang kau sisakan....
Dan memang bulan kadang tak berbentuk tetapi sinarnya bisa dipandangi dan tidak melukai..
Tetapi bulan tetaplah bulan yang hampa tanpa wangimu, bahkan bisikannya pun tak didengar...
Dan matahari akan terus merasakan indahmu, wangimu, karena matahari adalah kekasihmu.....


Tidak ada komentar:

Posting Komentar