Senin, 06 Oktober 2014

“ Alam Sampaikan Aku Rindu Padanya ”


“ Alam Sampaikan Aku Rindu Padanya ”

Pagi memanglah pagi tetapi lebih terasa jika ada sapammu, indah jika ada tawamu, manis bila ada candamu, dan lebih lengkap ketika semua itu nyata dan terus begitu. Jarak memang terkadang menjadi batasan yang sebenarya sulit untuk dilalui,namun inilah rasaku kamu tak harus tau, tidurlah kau dengan rindumu disana tak ada aku.
Terlihat senyum ketika kau mengulurkan tanganmu dan kita berdua menikmati hujan dan selalu kau selipkan tawa dan sesekali tanganmu menutupi senyumu yang terlihat sedikit malu itu, harusnya kau tau ketika kau merasakan dan melihat hujan itu seperti rasa rinduku yang tak terhitung. Ulurkan lagi tanganmu dan rasakan alam yang selalu kutitipkan rinduku di setiap waktu, disaat pagi selalu ada rindu di sela-sela matahari, dan ketika senja kutitipna rinduku pada hujan dan ketika itu senjapun seperti berpelangi.
Ketika kau tau tentang rindu, kenapa kau ubah aku seperti itu seperti rasa yang tak berujung, seperti bumi yang tak bersudut. Kau pun sekejap menampakkan sosokmu di tengah tidurku yang sebenarnya saat itu aku ingin melupakanmu dan itupun sering terjadi. Ketika aku tau apa yang ada di dalam hatimu berbanding terbalik dengan apa yang ada di  dalam pikiranku, ketika itulah kusudahi semua tentangmu tapi tak tau sampai kapan ini bertahan, dan ketika itu alam sering menanyakan kemana rinduku yang selama ini kutitipkan buatmu. Dan ketika semua permohonanmu terkabul dan itulah saatnya kata ini muncul karena di permohonanmu tidak ada sosokku, terbanglah bebas dan jangan datang malam ini.
kehidupan adalah sekejap lebih cepat, maka kisah cinta hanyalah halo dan selamat tinggal (jimi hendrix) ”

@blijalu_ilham 420 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar