“ Alam Sampaikan Aku Rindu Padanya
”
Pagi
memanglah pagi tetapi lebih terasa jika ada sapammu, indah jika ada tawamu,
manis bila ada candamu, dan lebih lengkap ketika semua itu nyata dan terus
begitu. Jarak memang terkadang menjadi batasan yang sebenarya sulit untuk
dilalui,namun inilah rasaku kamu tak harus tau, tidurlah kau dengan rindumu
disana tak ada aku.
Terlihat
senyum ketika kau mengulurkan tanganmu dan kita berdua menikmati hujan dan
selalu kau selipkan tawa dan sesekali tanganmu menutupi senyumu yang terlihat
sedikit malu itu, harusnya kau tau ketika kau merasakan dan melihat hujan itu
seperti rasa rinduku yang tak terhitung. Ulurkan lagi tanganmu dan rasakan alam
yang selalu kutitipkan rinduku di setiap waktu, disaat pagi selalu ada rindu di
sela-sela matahari, dan ketika senja kutitipna rinduku pada hujan dan ketika
itu senjapun seperti berpelangi.
Ketika
kau tau tentang rindu, kenapa kau ubah aku seperti itu seperti rasa yang tak
berujung, seperti bumi yang tak bersudut. Kau pun sekejap menampakkan sosokmu
di tengah tidurku yang sebenarnya saat itu aku ingin melupakanmu dan itupun
sering terjadi. Ketika aku tau apa yang ada di dalam hatimu berbanding terbalik
dengan apa yang ada di dalam pikiranku,
ketika itulah kusudahi semua tentangmu tapi tak tau sampai kapan ini bertahan,
dan ketika itu alam sering menanyakan kemana rinduku yang selama ini kutitipkan
buatmu. Dan ketika semua permohonanmu terkabul dan itulah saatnya kata ini
muncul karena di permohonanmu tidak ada sosokku, terbanglah bebas dan jangan
datang malam ini.
“
kehidupan adalah sekejap lebih cepat,
maka kisah cinta hanyalah halo dan selamat tinggal (jimi hendrix) ”
@blijalu_ilham
420