Bintang dan Matahari
Hari itu bukan lah
kelabu,Tetapi apa yang ada di perasaanku tak mungkin bisa ku menipu.Ketika kau
meninggalkanku aku seperti pelangi yang berdebu.Kau yang selalu tersenyum dan
menampakkan keanggunanmu yang tak perlu mewah dan terlalu menuntut,tetapi
sepertinya kau selipkan sesuatu di senyummu yang membekas dan sepertinya itu
haru biru,atau cuman masalalu? Entahlah aku tak tau,sesungguhnya di dalam hati
kecilku aku selalu ingin mencari apa yang membuat senyummu sedikit layu.Tetapi
apadaya ketika kau selesai dengan duniamu,kau pulang dan tertidur berbantal
rindu masalalu.Kau temukan duniamu sendiri yang lebih membuatmu bahagia
daripada kau bertemu dan duduk berdua denganku.
Ketika malam,duduk
sendiri dan menatap sang kejora nan indah di angkasa,dan ditemani angin yang
sering menidurkanmu,aku pun cemburu.Alam yang mengajarkanku cemburu,ketika
angin bisa meniupkan hawanya saat kau berkeringat,dan seperti matahari yang
selalu menyinari setiap langkah duniamu walaupun sesekali membuatmu mengeluh,seperti
bulan dan bintang yang selalu berdekatan dan selalu terang,yang selalu tersenyum
disaat kau pandangi ketika kau dihampiri masalalumu yang sangat berduri.Aku ingin
sedekat itu seperti bulan dan bintang bahkan lebih dekat sehingga tidak ada
celah lagi untuk masalalumu yang kerap ganggu tidurmu kembali mengusik.Tapi
apadaya ketika aku memilih menjadi bintang,kau memilih menjadi matahari.
(ilham jalu w_420)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar