Rabu, 10 September 2014

Bintang dan Matahari


                                            Bintang dan Matahari

Hari itu bukan lah kelabu,Tetapi apa yang ada di perasaanku tak mungkin bisa ku menipu.Ketika kau meninggalkanku aku seperti pelangi yang berdebu.Kau yang selalu tersenyum dan menampakkan keanggunanmu yang tak perlu mewah dan terlalu menuntut,tetapi sepertinya kau selipkan sesuatu di senyummu yang membekas dan sepertinya itu haru biru,atau cuman masalalu? Entahlah aku tak tau,sesungguhnya di dalam hati kecilku aku selalu ingin mencari apa yang membuat senyummu sedikit layu.Tetapi apadaya ketika kau selesai dengan duniamu,kau pulang dan tertidur berbantal rindu masalalu.Kau temukan duniamu sendiri yang lebih membuatmu bahagia daripada kau bertemu dan duduk berdua denganku.
Ketika malam,duduk sendiri dan menatap sang kejora nan indah di angkasa,dan ditemani angin yang sering menidurkanmu,aku pun cemburu.Alam yang mengajarkanku cemburu,ketika angin bisa meniupkan hawanya saat kau berkeringat,dan seperti matahari yang selalu menyinari setiap langkah duniamu walaupun sesekali membuatmu mengeluh,seperti bulan dan bintang yang selalu berdekatan dan selalu terang,yang selalu tersenyum disaat kau pandangi ketika kau dihampiri masalalumu yang sangat berduri.Aku ingin sedekat itu seperti bulan dan bintang bahkan lebih dekat sehingga tidak ada celah lagi untuk masalalumu yang kerap ganggu tidurmu kembali mengusik.Tapi apadaya ketika aku memilih menjadi bintang,kau memilih menjadi matahari.
(ilham jalu w_420)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar