galeri jalu
Minggu, 31 Mei 2015
Rindu dan Syahdu
Hey,
kenapa harus terlihat tegang ?
Ini
memang pertemuan pertama yang singkat
Ini
memang takdir, walaupun takdir bisa dipaksa oleh waktu
Anggaplah
aku teman lamamu jika ini memang sekali saja
Jika memang pertemuan pertama
mengisahkan rasa penasaran
Sebenarnya itu semua sudah terjawab
Karena kita tak pernah menyisakan
bayangan
Kita pun pernah berkenalan dan bertemu
Bahkan pernah menyapa dan saling
melempar senyum malu
Dan
jika pertemuan kedua menyisakan rindu
Entah
sampai sekarang sudah berapa puluh di otakku
Walaupun
sebenarnya aku pun tak ingin merindu, karena rindu adalah rasa yang tak
berujung....
Apakah kau ingin tau apa itu rindu ?
Jika kau ingin tau, mari duduk berdua
lepas duniamu
Mari kita bertukar beban
Kau memikul rinduku yang bercumbu liar
dikepalaku
Dan aku memikul lelah ditengah
pelarianmu...
Bagaimana
rasanya rindu ....?
Bohong
jika kau tak mengucap pilu
Aku
memang bukan malaikat
Yang
bisa mengubah rindu menjadi seindah namamu
Aku
hanya manusia yang terus berdo’a semoga kita bisa melepas rindu
Walaupun
hanya singkat bertemu dan menyapa sedikit malu
Sampai
jumpa syahdu, sial aku merindukanmu .......
@blijalu_ilham
30-03-2015
Namaku Bejo
Namaku
Bejo..
Aku hanyalah seorang
bejo dengan besi tua yang berkarat dan tak utuh dimakan usia
Besi tua yang selalu
mengantarmu keliling kota kala itu
Berpegang erat kau
diperutku tanpa mengeluh lelah
Karena kau juga tau
aku tak mengeluh karena seharian belum makan...
Dan kau pun
menyandarkan kepalamu di punggungku walaupun punggungku sedikit bau
Tapi kau tak malu dan
terus menyandarkan kepalamu seolah berat benar
Kau tak malu, karena
kau tau seharian punggungku terbakar matahari dan rasa rindu....
Kau terus memegang
tanganku yang hitam dan penuh debu
Dan kau tak malu
Dan selalu mengerti
bahwa matahari selalu menyinari orang-orang yang berani....
Terimakasih , dan
maaf aku harus bangun dari tidurku
@blijalu_ilham
30-03-2015
Jumat, 23 Januari 2015
Untuk Perumpamaan, Aku adalah Malam
Kekasihmu
Matahari
Bagaimana kabarmu ? bulan berharap kau
berubah
Bulan berharap mendapat sisa sisa
keikhlasanmu untuk mengepakkan mahkotamu dimalam hari,sedikiit saja....
Kenapa kau selalu menampakkan
indah,wangi,durimu disaat matahari tiba?
Dan yang kau sisakan untuk bulan
hanyalah durimu.
Bulan pun masih tetap bersinar tak
redup samasekali,bahkan ingin lebih terang agar bisa melihat sempurnanya
durimu,walaupun itu duri...ya, itu duri.....
Bulan berharap mendung menutupi
matahari dan mawarpun dapat merasakan sedikit kehilangan cahyanya, dan berbagi sedikit
sedih,sangat sedikit bersama bulan...
Matahari memanglah garang manyinari,
tapi mmenyengat dan membakar
Ketika matahari menyengatmu, dan
ketika yang tersisa hanyalah harum airmata
Itulah yang kau sisakan....
Dan memang bulan kadang tak berbentuk
tetapi sinarnya bisa dipandangi dan tidak melukai..
Tetapi bulan tetaplah bulan yang hampa
tanpa wangimu, bahkan bisikannya pun tak didengar...
Dan matahari akan terus merasakan
indahmu, wangimu, karena matahari adalah kekasihmu.....
Sabtu, 10 Januari 2015
Seperti Ombak dan Fatamorgana Yang Anggun
Seperti
Ombak dan Fatamorgana Yang Anggun
Apakah ada kabar tetangmu yang pasti
terjadi ?
Dan apakah ada sosokmu yang sempurna
menantang ?
Aku seperti kedua kaki yang menapak
di pantai
Dan kau seperti ombak yang
menghampiri lalu menghapus jejakku
Aku seperti mata yang melihat
kesempurnaan yang buram oleh fatamorgana
Takdir ombak memanglah untuk
menghapus sebuah jejak
Dan fatamorganapun seolah-olah
menutupi pandangan
Seperti itulah perumpamaan sosokmu
Yang kadang datang dan pergi
menghapus sebuah perjuangan
Dan kadang terlihat anggun seperti
fatamorgana
Dan kau tau bahwa fatamorgana
hanyalah semu yang hilang ditelan malam
@blijalu_ilham
Langganan:
Komentar (Atom)







