memory of rose
Telah kusiapkan diriku
untuk menerima segala harapan yang kurasa itu hitam tapi tak begitu gelap tak
pun semu seperti abu-abu entah itu seperti apa, seperti menghitung satu hingga
seribu sampai kurasakan bumi membalikan tubuhku hingga aku sadar siapa aku.
Biarkan saja petir
menyambarku, atau langit runtuh dihadapanku hingga aku sadar dan tau siapakah
dirimu, apakah monster yang siap menelanku ataukah mawar yang mewangi ? jika
memang kau mawar akan ku genggam dan kurasakan tajamnya durimu sebelum ku cium
wangimu, karena harumu bisa membunuh bulan dan matahari kumohon jangan sampai
layu.
Aku sungguh sangat
memimpikan saat seperti ini, hanya ada aku kau dan tuhan. Tetapi ternyata jatuh
cinta padaku akan menduakan pikiranmu, sudah cukup sudah ku telan amarahmu
ketika kita berteman tapi tak bisa lebih dari itu, karena hatimu telah tercuri
oleh kesempatan menunjukan jatidiri. Dan oleh karena itu duniaku runtuh begitu
berpisah denganmu.
aku akan memulainya lagi, dari awal, tanpamu. Aku ingat kita pernah mengalami kehancuran hidup bersama dan bangkit bersama. Karenanya, aku pasti bisa bangkit kembali jika kau tak ingin menghadapi semua ini bersamaku lagi pulanglah dan hati-hati dijalan.
aku akan memulainya lagi, dari awal, tanpamu. Aku ingat kita pernah mengalami kehancuran hidup bersama dan bangkit bersama. Karenanya, aku pasti bisa bangkit kembali jika kau tak ingin menghadapi semua ini bersamaku lagi pulanglah dan hati-hati dijalan.
Saat kau
berada jauh dariku bahkan kusempatkan untuk menjukan perhatianku padamu,
mungkin bagimu aku hanyalah sebatas teman dan tak ada yang lebih spesial
mungkin. “hatiku sudah kutambatkan kepada sebuah impian masadepan dan belum
ingin kubagi dan belum ingin ku berhenti” seperti itu katamu.
Dan
semoga hatiku sabar menunggumu menggapai impian, hingga hatimu puas dan telah
siap untuk kudapatkan, dan kita mulai
bersama di masadepan. Ataukah aku harus bersiap dari segala kemungkinan di
dukung atau ditinggalkan.
( @blijalu_ilham ) #rose420
06-11-2014